Rabu, 19 September 2012

SUMBER DAYA ALAM


SUMBER DAYA ALAM

A.   Pengertian Sumber Daya Alam
Chapman, 1969 dalam Soerianegara, 1977, beranggapan bahwa sumber daya alam hasil penilaian manusia terhadap unsur-unsur lingkungan hidup yang diperlukan manusia. Ia membedakan tiga pengertian sebagai berikut:
1.    Persediaan total (total stock), yaitu jumlah semua unsur lingkungan yang mungkin merupakan sumber daya jika seandainya dapat diperoleh.
2.    Sumber daya (resource), yaitu suatu bagian dari persediaan total yang dapat diperoleh manusia.
3.    Cadangan (reserve), yaitu bagian dari sumber daya yang diketahui dengan pasti dapat diperoleh.

Sumber daya alam dapat dibedakan menurut sifatnya, yaitu sumber daya alam fisik (tanah, air, dan udara) dan sumber daya alam hayati (hutan, padang rumput, tanaman, pertanian, perkebunan, margasatwa, dan populasi ikan).
Menurut Isard, 1972 dalam Soerianegara, 1977, sumber daya alam dapat dilihat dari tiga kemungkinan pemulihannya, yaitu sebagai berikut:
  1. Sumber daya alam yang dapat dipulihkan (renewable atau flow reseource) adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, berupa benda hidup yang dapat dikembangkan terus-menerus sehingga tidak pernah habis.
  2. Sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan (nonrenewable, fund atau stock reseources) adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, sehingga tidak dapat dikembangkan apabila telah habis, karena berupa benda-benda mati sehingga tidak dapat dikembangbiakan. Contohnya adalah minyak bumi, batu bara, bauksit, emas, perak, dan timah.
  3. Sumber daya alam yang tidak akan habis atau pernah (continuous atau inhausetable reseources) adalah sumber daya alam yang berupa benda mati, tetapi mempunyai sifat tidak pernah punah atau habis karena terus-menerus diperbarui secara alami. Contohnya energi matahari, energi pasang surut, serta udara dan air dalam siklus hidrologi.

B.   Persebaran Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan potensinya:
1.    Sumber daya alam nabati
Sumber daya alam nabati adalah sumber daya alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh sumber daya alam nabati, antara lain pertanian, hutan, dan perkebunan.
a.    Sumber daya pertanian
Bentuk pertanian di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertanian lahan basah (sawah) dan pertanian lahan kering (ladang).
-       Pertanian lahan basah
Usaha pertanian lahan basah hanya dapat dilakukan di daerah yang memiliki cadangan air cukup banyak dan biasanya terdapat di daerah dataran rendah.
-       Pertanian lahan kering
Pertanian lahan kering merupakan jenis pertanian padi yang dilakukan di daerah-daerah yang persediaan airnya sangat kurang. Biasanya dilakukan di daerah perbukitan. Jenis padi yang dibudidayakan adalah padi gogo.

b.    Sumber daya hutan
Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan (UU RI No.41 tahun 1999).
Berdasarkan fungsi pokok, hutan dapat dibedakan menjadi tiga jenis hutan:
-       Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
-       Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
-       Hutan produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan.

Hutan konservasi masih dapat dibedakan menjadi tiga:
-       Kawasan hutan suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman.
-       Kawasan hutan pelestarian alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
-       Taman baru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.

Apabila dikaji lebih jauh, fungsi hutan bagi kehidupan secara umum dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
-       Fungsi klimatologis adalah fungsi yang berkaitan dengan iklim.
-       Fungsi hidrologis adalah fungsi hutan sebagai penyimpan cadangan air.
-       Fungsi ekonomis adalah fungsi hutan sebagai penghasil komoditas perdagangan.

Secara umum, manfaat lain yang dapat diambil dari sumber daya hutan adalah sebagai berikut:
-       Kayu
-       Ranting dan daun-daunan yang melapuk dengan tanah merupakan bahan pembentuk humus penyubur tanaman.
-       Akar pohon-pohon dapat mengikat tanah permukaan sehingga dapat mengurangi kecepatan erosi.
-       Hutan merupakan paru-paru dunia yang senantiasa menjaga stabilitas CO2 dan O2.
-       Hutan juga merupakan tempat tinggal berbagai satwa liar.

c.    Sumber daya perkebunan
Ditinjau dari segi pengusahaannya:
-       Perkebunan besar
Perkebunan besar adalah jenis perkebunan yang diusahakan oleh perusahaan swasta dan pemerintah dalam skala besar.

-       Perkebunan rakyat
Perkebunan rakyat adalah jenis perkebunan yang diusahakan oleh penduduk dalam skala kecil.

2.    Sumber Daya Alam Hewani
Sumber daya hewani adalah sumber daya alam yang berasal dari hewan. Sumber daya hewani dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk, seperti:
a.    kebutuhan pangan
b.    kebutuhan tenaga atau energi

Sumber daya hewani terdiri atas peternakan dan perikanan:
a.    Peternakan
Peternakan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
-       Peternakan hewan besar, contohnya sapi, kerbau, dan kuda.
-       Peternakan hewan kecil, contohnya kambing, domba, dan babi.
-       Ternak unggas, contohnya ayam, itik, dan burung puyub.

b.    Perikanan
Usaha perikanan Indonesia terdiri atas tiga jenis, yaitu:
-       Perikanan air tawar adalah perikanan yang diusahakan di kolam dan perairan umum (sungai, danau, dan rawa) ataupun lahan sawah (mina padi).
-       Perikanan air payau adalah perikanan yang diusahakan dalam bentuk tambak di muara sungai ataupun daerah yang dekat dengan air laut.
-       Perikanan air asin atau laut adalah perikanan yang diusahakan di wilayah perairan laut. Jenis ikan yang dihaislkan, antara lain tuna, cakalang, pari, teri, dan cucut.

3.    Sumber Daya Alam Mineral
Sumber daya mineral pada umumnya diperoleh dengan cara menggali tanah atau batuan yang mengandung bahan mineral. Sumber daya tambang dapat dikelompokkan menurut kegunaannya, yaitu sumber daya tambang untuk sumber tenaga, sumber daya tambang logam, dan sumber daya tambang nonlogam.

a.    Sumber daya tambang untuk sumber tenaga/energi
-       Minyak bumi
Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut:
-       Pulau Jawa, terdapat di Cepu, Wonokromo, dan Jatibarang.
-       Pulau Sumatera, terdapat di Peureula, Langkat Lirik, Rokan, Pekanbaru, Aceh, Palembang, dan Jambi.
-       Pulau Kalimantan, terdapat di Kutai (Mahakam), Tarakan, dan Bunyu.
-       Kepulauan Maluku, terdapat di Pulau Seram.
-       Papua, antara lain terdapat di Sorong, Kasim, dan Klamono.

-       Gas bumi
Gas bumi tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu associated gas dan nonassociated gas. Associated gas merupakan gas yang dihaislkan bersama minyak bumi. Setelah penyulingan minyak bumi dihasilkan gas bakar yang disebut Liquefied Petrolium Gas (LPG). LPG dihasilkan di Arun (Nanggroe Aceh Darussalam), Lapangan Badak (Kalimantan Timur), Mundu, Arjuna, Balungun (Jawa Barat)  dan Tanjugn Santan (Kalimantan SElatan).
Nonassociated gas merupakan gas yang dihasilkan secara tersendiri tanpa minyak. Setelah dilakukan berbagai proses dihasilkan gas alam yang disebut Liquiefied Natural Gas (LNG). LNG dihasilkan di Arun (Nanggroe Aceh Darussalam) dan Bontang (Kalimantan Timur).

-       Batubara
Batubara berbentuk dari tumbuhan rawa yang telah mati dan tertutup oleh lapisan pasir dan tanah liat. Akibatnya adanya gerakan tektonik dan intrusi magma yang panas, mengakibatkan tekanan yang kuat sehingga terbentuklah batubara.
Daerah-daerah penghasil batubara di Indonesia, antara lain Umbillin (Sumatera Barat), Bukit Asam (Sumatera Selatan), Pengaron (Kalimantna Timur), dan Sungai Durian (Sumatera Barat).


Banyak manfaat batubara bagi kehidupan manusia, yaitu:
-       Sebagai bahan bakar bagi keperluan rumah tangga.
-       Sebagai sumber energi bagi kepentingan industri.
-       Sebagai bahan bakar dalam PLTU.

b.    Sumber daya tambang logam atau bahan galian bijih
Barang tambang logam atau bahan galian bijih adalah mineral yang terdapat di alam dalam bentuk bijih. Contoh mineral bijih, antara lain timah, tembaga, bauksit, nikel, emas, perak, intan dan bijih besi.
-       Timah
Jenis timah yang dihasilkan di Indonesia adalah jenis timah putih. Daerah-daerah penghasil timah di Indonesia adalah Bangka, Belitung, Karimun Kundur, Bangkinang, Lingga, dan Singkep.
-       Tembaga
Daerah-daerah penghasil tembaga di Indonesia, antara lain:
-       Papua terdapat di Tembagapura.
-       Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.
-       Sumatera, terdapat di Palembang, Jambi, Bengkulu, dan Aceh.
-       Kalimantan, terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sampit.
-       Jawa, terdapat di Cikotok dan Tirtomoyo.

-       Bauksit
Bijih bauksit yang telah diolah menghasilkan alumunium. Daerah-daerah penghasil bauksit di Indonesia adalah Pulau Bintan dan Pulau Koyan.
-       Nikel
Nikel adalah logam ringan dan anti karat sehingga baik sekali untuk menyepih besi atau baja dan logam-logam lain. Daerah-daerah penghasil Papua), Pulau Gebe (Maluku), dan Soroako (Sulawesi Selatan).
-       Emas dan perak
Emas dan perak merupakan logam mulia. Emas dan perak biasanya dihasilkan secara bersama-sama. Daerah-daerah penghasil emas dan perak di Indonesia, antara lain:
-       Pulau Jawa, terdapat di Cikotok (Banten), dan Jampang (Jawa Barat).
-       Pulau Sumatera, terdapat di Meulaboh (Aceh), dan Muara Sipongi (Tapanuli).
-       Pulau Kalimantan, terdapat di Kutai dan Berau (Kalimantan Timur), Martapura (Kalimantan Selatan), Sambas, dan Sintang (Kalimantan Barat).
-       Pulau Sulawesi, terdapat di Sumalata dan Bolaang Mongondow.

Manfaat emas dan perak, antara lain:
-       Sebagai cadangan kekayaan negara.
-       Untuk perhiasan (kalung, gelang, subang, cincin, dan anting-anting.
-       Dipakai untuk campuran logam dan medali.
-       Sebagai jaminan uang yang beredar.

-       Intan
Intan berasal dari magma yang membeku. Daerah-daerah penghasil intan di Indonesia, antara lain Martapura (Kalimantan Selatan), Kabupaten Barito, Sampit, dan Kapuas Tengah (Kalimantan Tengah).

-       Bijih besi dan pasir besi
Daerah-daerah penghasil bijih besi di Indonesia, antara lain Pegunungan Verbeek (Sulawesi Tengah), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Pulau Laut, Lampung, dan Jawa Barat.

c.    Sumber daya tambang nonlogam atau bahan galian bukan bijih
-       Mangan
Mangan dapat digunakan sebagai bahan untuk melapisi besi agar menjadi seperti baja, dan juga digunakan sebagai bahan pembuatna batu baterai. Daerah-daerah penghasil mangan di Indonesia, antara lain Pulau Jawa terdapat di Karnag Bolong, Kedu Selatan, Tasikmalaya, Pegunungan Menoreh, dan Kliripan (Yogyakarta), Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur dan Ternate.

-       Batu gamping
Batu gamping dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia terutama untuk bahan bangunan, bahan baku semen, bahan pembuatan piring, gelas, dan kaca. Daerah-daerah penghasil batu gamping di Indonesia, antara lain Perbukitan Gunung Seribu di Pantai Selatan Jawa, Pulau Sulawesi terdapat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Papua bagian selatan, dan Pulau Bali bagian selatan.

-       Batu pualam (marmer)
Marmer berasal dari batu gamping yang telah mengalami perubahan bentuk, karena mendapat tekanan yang sangat kuat dan suhu yang sangat tinggi. Daerah penghasil marmer di Indonesia terdapat di Trenggalek dan Tulungagung (Jawa Timur), dan Banjarnegara (Jawa Tengah). Marmer sangat bermanfaat terutama digunakan sebagai salah satu bahan bangunan dan hiasan dinding.

-       Belerang
Belerang dipakai sebagai bahan baku industri kimia. Daerah-daerah penghasil belerang di Indonesia antara lain Gunung Sorek Merapi (Sumatera Utara), Wanaraja (Garut), Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Pegunungan Dieng (Jawa Tengah) dan Gunung Welireng (Jawa Timur).

-       Kaolin
Kaolin dipakai untuk bahan mentah industri keramik, genting, dan batu merah. Daerah-daerah penghasil kaolin di Indonesia, antara lain Pulau Jawa, terdapat di Godena (Yogyakarta), Priangan (Jawa Barat), Rembang dan Banjarnegara (Jawa Tengah), Pulau Sumatera, terdapat di Bangka, Belitung, Sumatera Barat, Umbilin, dan Kalimantan Barat.

-       Fosfat
Fosfat mengandung fosfor yang bermanfaat untuk campuran industri besi baja, korek api, obat-obatan, industri semen, dan industri kembang api. Daerah-daerah penghasil fosfat di Indonesia, antara lain Gunung Kromong (Cirebon), Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Selayar (Sulawesi Tenggara).

-       Pasir Kwartsa
Pasir kwartsa bermanfaat untuk bahan industri keramik, semen, gelas, kaca, piring dan ampelas (alat penggosok). Daerah-daerah penghasil pasir kwarsa di Indonesia, antara lain Pulau Jawa, terdapat di Pantia Utara Bojonegara dan Tuban, Pantai Utara Madura, dan Pantai Timur Sumatera, seperti Bangka, Belitung, Lampung, dan Bengkulu.

4.    Sumber Daya Alam Air
Di Indonesia dimanfaatkan untuk:
a.    Sumber air untuk irigasi
b.    Sumber air untuk perikanan
c.    Sumber tenaga pembangkit listrik

Sumber daya air dapat dibedakan menjadi dua:
a.    Permukaan air
Air permukaan terdiri atas sungai, laut, danau, waduk, dan rawa.
-       Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui lembah alami yang di kanan dan kirinya dibatasi oleh tanggul-tanggul.
Sungai menurut besar kecilnya aliran (debit) dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
Ø  Sungai permanen adalah sungai yang mengalir tetap sepanjang tahun.
Ø  Sungai tidak permanen (intermitten) adalah sungai yang mengalir secara tidak tetap, bila musim hujan air sungai meluap, sedangkan pada musim kemarau air sungai kering atau ukuran air berkurang.
Ø  Sungai periodik (euphemeral) adalah sungai yang mengalir hanya pada saat terjadi hujan, bila tidak terjadi hujan, maka tidak ada air.

-       Laut
Menurut kedalamannya laut dapat dibedakan menjadi empat yaitu:
Ø  Zone litoral
Ø  Zone neritis
Ø  Zone bathyal
Ø  Zone abyzal
Berikut ini beberapa contoh upaya pemanfaatan wilayah laut di Indonesia:
§  Usaha perikanan laut
§  Usaha budi daya rumput laut
§  Usaha pemanfaatan hutan bakau atau mangrove
§  Usaha tambak garam
§  Usaha pemeliharaan lahan mutiara (tiram)
§  Pertambangan minyak dan gas bumi
§  Pemanfaatan sektor pariwisata bahari
§  Laut sebagai prasarana lalu lintas air

-       Danau
Danau merupakan bagian permukana bumi yang berbentuk basin (ledok) yang terjadi akibat amblesan (terban), patahan, dan kawah gunung api (crater). Air danau dapat berasal dari air hujan, air tanah ataupun mata air.

-       Waduk
Waduk dapat dikatakan sebagai danau buatan, karena pembuatan waduk sengaja dibendung oleh manusia.

-       Rawa
Rawa merupakan cekungan (basin) yang selalu terisi air dan biasanya terjadi di dataran rendah (rawa air tawar) dan di daerah pantai (rawa air payau atau asin). Rawa dapat dibagi menjadi dua:
Ø  Rawa yang airnya permanen atau selalu tergenang air
Ø  Rawa yang mengalami pasang surut

b.    Air tanah (groundwater)
Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah dalam lapisan akuifer. Lapisan akuifer merupakan lapisan batuan yang terdiri atas batu pasir dan kerikil.


5.    Sumber Daya Alam Udara
Udara merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan. Manusia membutuhkan udara bersih untuk bernapas. Udara juga bermanfaat sebagai jalur transportasi udara (jalur penerbangan udara).

6.    Sumber Daya Alam Matahari
Energi matahari secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia.

7.    Sumber Daya Alam Tanah
Tanah merupakan bagian permukaan bumi yang terbentuk karean proses pelapukan dan berfungsi sebagai tempat hidup tumbuh-tumbuhan, hewan dan juga manusia.

C.   Evaluasi Cara Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan
1.    Pengelolaan sumber daya alam
Pengelolaan sumber daya alam dapat didefinisikan sebagai usaha manusia dalam mengubah ekosistem sumber daya alam agar manusia memperoleh manfaat yang maksimal dengan mengusahakan kontinuitas produksinya agar dapat berkelanjutan. Dalam pengelolaan sumber daya alam, manusia berperan sebagai produsen, konsumen, dan pengelola. Pengelolaan sumber daya alam juga mengusahakan perimbangan antara populasi manusia dan persediaan sumber daya. Selain itu dilakukan pula pencegahan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

2.    Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 ayat (2) berbunyi: “Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup”.
Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup bertujuan untuk membuat keseimbangan antara penduduk dan persediaan sumber daya alam dan lingkungan. Manusia memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya.
3.    Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
Upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan salah satu upaya pengelolaan lingkungan yang dapat diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara dan atau memperbaiki mutu lingkungan. Berikut ini beberapa upaya pelestarian lingkungan hidup:
a.    Maladaptasi
Maldaptasi merupakan penyimpangan cara beradaptasi manusia terhadap lingkungan sekitarnya.
b.    Komersialisasi pertanian (termasuk peternakan dan perikanan)
Untuk mendapatkan mutu lingkungan yang baik, usaha yang harus dilakukan adalah memperbesar manfaat lingkungan dan memperkecil kerusakan lingkungan.
c.    Daya dukung lingkungan (yang tidak berkelanjutan)
Hakekat pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan yang dapat meningkatkan mutu hidup dan menjaga lingkungan yang mendukung pembangunan yang berkesinambungan.

D.   Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi
1.    Mengubah paradigma pengelolaan lingkungan hidup dari pendekatan atur dan awasi menjadi atur diri sendiri
Soemarwoto (2003) memberi istilah pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan sekarang ini berdasarkan prinsip atur dan awasi. Selama ini masyarakat hanya memberikan masukan saja kepada pemerintah, tetapi tidak ikut dalam proses pengambilan keputusan. Sekarang pemerintah telah menyiapkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia. Namun, dalam pelaksanaannya peraturan tersebut sering dilanggar.

2.    Pendekatan ekosistem
Pendekatan ekosistem menunjukkan kepada kita tentang mata rantai yang tidak putus karena saling berhubungan.

3.    Mengubah paradigma pemanfaatan sumber daya alam dari wawasan ekonomi ke wawasna ekologi budaya
Paradigma pemanfaatan sumber daya alam umumnya masih berorientasi pada kawasan ekonomi. Budaya manusia telah mengikuti perkembangan teknologi, orientasinya pun masih belum berubah ke arah teknologi yang ramah lingkungan.
Perilaku masyarakat industri yang dapat mengubah teknologi pemanfaatan sumber daya alam dari orientasi ekonomi menjadi orientasi budaya lestari ke dalam usaha produksinya, disebut wawasan ekonomi budaya.

4.    Prinsip ekoefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya alam
Efisiensi pemanfaatan sumber daya alam adalah penggunaan sumber daya alam dengan cara memaksimalkan kegunaannya dan meminimalkan sumber daya yang terbuang. Ekoefisiensi mengandung arti efisiensi ekonomi dan efisiensi ekologi.
Konsep ekoefisiensi sebaiknya sejak dini dikenalkan dan dipraktikkan dalam kehidupan rumah tangga. Penerapan prinsip ekoefisiensi tidak hanya sumber daya alam hayati, namun juga diterapkan untuk sumber daya alam fisik.
Penerapan hidup dengan prinsip ekoefisiensi perlu ditanamkan sejak dini (kanak-kanak) hingga dewasa, agar kita dapat hidup hemat. Hal ini berarti mengurangi penggunaan sumber daya yang berlbeihan, yang akhirnya dapat mengurangi limbah yang harus dibuang ke lingkungan. Dengan demikian, tercipta daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.
Dengan berprinsip ekoefisiensi berarti wawasan ekonomi tidak bertentangan dengan wawasan ekologi.

1 komentar :